Tuesday, April 7, 2015

Cisco Router - Basic Command

Hostname Configuration

Untuk memudahkan manajemen router dalam jumlah yang banyak, maka setiap router harus diberikan hostname sebagai pengenal. Pengenal ini berguna pada saat akan melakukan konfigurasi maupun monitoring dalam jaringan.
Untuk melakukan konfigurasi hostname, harus dilakukan pada global EXEC Mode, seperti berikut.

Router>enable
Router#conf
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname IlmuJaringan-ROUTER
IlmuJaringan-ROUTER(config)#exit
IlmuJaringan-ROUTER#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
IlmuJaringan-ROUTER#
IlmuJaringan-ROUTER#

Router Password

Password pada Router Cisco dapat diterapkan pada berbagai level maupun akses konfigurasi. Pada saat akan memasuki privileged EXEC mode dapat diimplementasikan password dengan menggunakan perintah sebagai berikut.
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#enable password 123456

Jika ingin menerapkan password yang sudah dienkripsi pada saat akan memasuki privileged EXEC Mode, maka perintah  yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#enable secret 567890
Router(config)#^Z
Jika enable password dan enable secret digunakan bersamaan, maka yang akan digunakan oleh router adalah password yang dikonfigurasikan oleh enable secret.
Port Console yang sering digunakan untuk konfigurasi router juga dapat diberikan password dengan menggunakan perintah sebagai berikut.
Router#
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#line console 0
Router(config-line)#password cisco
Router(config-line)#login
Router(config-line)#exit
Sedangkan untuk akses konfigurasi yang menggunakan telnet dapat diberikan password, dengan menggunakan perintah berikut ini.
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#password cisco
Router(config-line)#login
Router(config-line)#exit
Secara default konfigurasi password pada line console maupun telnet tidak dienkripsi sehingga dapat dengan mudah dibaca, seperti terlihat berikut ini.
Router#show running-config
Building configuration…
 
Current configuration : 518 bytes
!
version 12.2
no service timestamps log datetime msec
!
line con 0
 password cisco
 login
line vty 0 4
 password cisco
 login
!
!
end

Untuk membuat password terenkripsi dapat digunakan perintah berikut ini.
 Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#service password-encryption


Banner

Mengkonfigurasikan banner sangat penting untuk pertimbangan keamanan suatu router, banner tersebut akan diperlihatkan pada saat ada user yang akan mengakses router. Peirntah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.
 Router(config)#banner motd #
Enter TEXT message.  End with the character ‘#’.
*********************************************
WARNING !!! Forbiden Access to this Device
*********************************************
#

Interface Configuration

Untuk mengkonfigurasikan interface Router Cisco, ada baiknya melihat terlebih dahulu interface apa saja yang dimiliki router tersebut. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut
Router#show interface
FastEthernet0/0 is administratively down, line protocol is down (disabled)
  Hardware is Lance, address is 0060.3e14.7701 (bia 0060.3e14.7701)
  MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation ARPA, loopback not set
  ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00,
  Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
  Last clearing of “show interface” counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: fifo
  Output queue :0/40 (size/max)
  5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
     0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     0 input packets with dribble condition detected
     0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 babbles, 0 late collision, 0 deferred
     0 lost carrier, 0 no carrier
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out
FastEthernet0/1 is administratively down, line protocol is down (disabled)
  Hardware is Lance, address is 0060.3e14.7702 (bia 0060.3e14.7702)
  MTU 1500 bytes, BW 100000 Kbit, DLY 100 usec,
     reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
  Encapsulation ARPA, loopback not set
  ARP type: ARPA, ARP Timeout 04:00:00,
  Last input 00:00:08, output 00:00:05, output hang never
  Last clearing of “show interface” counters never
  Input queue: 0/75/0 (size/max/drops); Total output drops: 0
  Queueing strategy: fifo
  Output queue :0/40 (size/max)
  5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
  5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
     0 packets input, 0 bytes, 0 no buffer
     Received 0 broadcasts, 0 runts, 0 giants, 0 throttles
     0 input errors, 0 CRC, 0 frame, 0 overrun, 0 ignored, 0 abort
     0 input packets with dribble condition detected
     0 packets output, 0 bytes, 0 underruns
     0 output errors, 0 collisions, 1 interface resets
     0 babbles, 0 late collision, 0 deferred
     0 lost carrier, 0 no carrier
     0 output buffer failures, 0 output buffers swapped out

Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface f0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
 
Router(config)#
Router(config)#interface f0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit



Saving Configuration

Cisco Router menggunakan dua konfigurasi yang disimpan pada dua file yang berbeda pula. Startup Configuration File adalah adalah file yang menyimpan konfigurasi yang akan digunakan router pada saat router tersebut pertama kali dihidupkan. Startup Configuration disimpan pada NVRAM sehingga tidak akan hilang pada saat router dimatikan maupun kehilangan power. Pada saat Router dihidupkan, Startup Configuration File akan di-copy ke dalam RAM untuk menjadi Running Configuration File. Karena disimpan dalam RAM, maka Running Configuration File akan hilang pada saat router kehilangan power.
Pada saat melakukan konfigurasi router, semua perintah konfigurasi akan disimpan pada Running Configuration File. Sehingga untuk mencegah kehilangan konfigurasi, maka konfigurasi yang tersimpan pada Running Configuration File perlu di-copy ke Startup Configuration File. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

Router#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Router#
 Atau dapat juga menggunakan perintah singkat seperti berikut ini.
 Router#write
Building configuration…
[OK]
 
 
 
 
 

Basic Routing Table

Tabel routing adalah tabel yang akan digunakan router sebagai pedoman untuk mengirimkan paket data. Router hanya akan mengirimkan paket ke suatu network, jika network tersebut terdaftar didalam tabel routingnya. Jika ada sebuah paket yang menuju suatu network yang tidak terdaftar di dalam tabel routingnya, maka paket tersebut akan di-drop.
Yang akan ada di dalam tabel routing adalah network address dari jaringan yang dapat dituju beserta bagaimana cara router tersebut mencapai jaringan tersebut. Entry pada tabel routing tersebut bisa berupa network yang terhubung langsung (directly connected network) maupun network yang dapat dituju melalui router lain (remote network).

Router#show ip route
Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
       D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
       N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
       E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
       i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
       * – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
       P – periodic downloaded static route
 
Gateway of last resort is not set
 
C    192.168.0.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C    192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
 

Thursday, January 15, 2015

ATS (Automatic Transfer switch), adalah alat yang berfungsi untuk memindahkan koneksi antara sumber tegangan listrik satu dengan sumber tegangan listrik lainnya secara automatis. Atau bisa juga disebut Automatic COS (Change Over Switch)

Sedangkan AMF (Automatic Main Failure), berfungsi untuk menyalakan mesin genset jika beban yang di layani kehilangan sumber energy listrik utama/PLN.

Dari penjelasan singkat tersebut dapat kita asumsikan fungsi utama ATS/AMF adalah menyalakan genset jika sumber listrik utama PLN mati. Dan menghubungkan daya/listrik dari genset terhadap beban secara otomatis.

Baiklah.. dalam posting kali ini saya akan membahas bagaimana membuat Panel ATS/AMF sederhana yang bisa diaplikasikan pada pemakaian sehari-hari, baik dilingkungan industri maupun rumah.

Pemahaman

Saya mengasumsikan, untuk menghidupkan genset yang digunakan hanya tinggal menekan starter, dan untuk mematikannya hanya perlu menekan tombol Off. Jika belakangan diketahui ada cara-cara menghidupkan dan mematikan dengan teknik lain, saya sarankan mengubah sistem kerjanya menjadi seperti yang telah saya sebutkan diatas tadi (Tekan Starter = nyala, Tekan tombol Off = mati). Mintalah pada teknisi penjual gensetnya untuk memodifikasi.

Ingat! panel yang saya buat ini hanya dasarnya saja, jadi mohon maklum bila saya tidak menambahkan asesoris lain seperti Voltmeter, Ampermeter, pilot Lamp, Frequensimeter, Phase Failure Relay dan sebagainya. Saya hanya menitikberatkan pengautomatisan penggunaan tombol Starter dan Off sebagai fungsi utama kerja "Change Over Switch" pada panel ATS/AMF ini

Peralatan
2 pcs Select Switch
2 pcs Kontaktor 220V 4-pole (sesuaikan dengan NFB) (M1 dan M2)
1 pcs relay 11 pin Omron MK3P-1 220V (R1) + Socket

1 pcs relay 8 pin Omron MK2P-1 220V (R1) + Socket
2 pcs TDR Omron H3CR-A8, 220V + Socket
6 pcs MCB 2A

2 pcs TDR Omron H3Y-2 24VDC + Socket
1 pcs Relay Omron MKS2PI 24VDC  + Socket
2 pcs Accu 12 Volt (Serie up 24V DC)
(Sesuaikan TDR dan Relay dengan Accu)

wire cable 1,5 mm + Scun garpu Secukupnya
Box Panel (disesuaikan)
Terminal Blok Input Output Power (disesuaikan)
Terminal Blok Input Output Control TR-10
Rel Component
Kabel Duct
Kabel Ties


Berikut gambar rangkaian utama dan wiring diagramnya..

Prinsip Kerja
Dalam panel ATS/AMF ini saya membaginya dalam Tiga blok yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing. 

Blok 1. 
Blok detector Sumber daya Utama, Rangkaian ini berfungsi untuk memberikan informasi kondisi sumber listrik utama (hidup atau mati) kepada rangkaian Blok starter engine (NC M1). Blok detector ini menghidupkan M1 apabila listrik utama hidup Sekaligus sebagai blok Stop engine (NC R2) apabila listrik utama mati. Pada terminal nomor 5 dan 6, anda harus menghubung seri pada rangkaian genset sebagai tombol OFF.

Pada blok satu ini juga terdapat Selector Switch untuk menfungsikan rangkaian ini Normal dan Automatis. Pada fungsi Normal, maka kerja Change Over Switch tidak akan berfungsi.

Blok 2. 
Blok Relai detector Daya Genset, Relai detector ini berfungsi untuk menerima informasi kondisi tegangan/daya genset kepada rangkaian utama apabila listrik utama mati dengan menghidupkan (M2) setelah genset bekerja.

Blok 3. 
Blok starter engine, berfungsi untuk menyalakan mesin genset. Blok ini bekerja berdasarkan masukan dari Blok detector Sumber daya Utama (NC M1) Sebagai awal kerja starter. T3 dan T4 sebagai delay starter dan R3 sebagai Kontak starter. Khusus pada rangkaian ini menggunakan komponen yang mempunyai tegangan kerja 24VDC dengan menggunakan 2 buah Accu 12VDC yang dihubung Seri. Namun apabila anda menemukan komponen yang mempunyai tegangan kerja 12VDC, anda bisa memakainya dengan hanya menggunakan 1 buah Accu saja. 

Pada rangkaian ini ditambah juga Selector switch yang menginformasikan Accu (starter engine) pada kondisi standby. Pada terminal nomor 7 dan 8, anda harus menghubung paralel pada stater untuk menghidupkan genset.

Demikian saja penjelasan Cara Membuat Panel AMF ATS (switch genset otomatis) Sederhana ini.. kurang lebihnya mohon maaf.. dan

Selamat Mencoba !

Saturday, January 10, 2015

Mesin mail Zimbra on Ubuntu

Kali ini menginstall zimbra 6.0.7 GA pada ubuntu 10.04 LTS 64 bit server
Dikarenakan zimbra versi ini tidak full support dengan ubuntu 10.04, maka harus ada tips & trik tersendiri dalam hal installasinya.
Asumsi bahwa ubuntu dalam keadaan fresh installation.
  • Tahap awal yaitu pastikan bahwa semua paket ubuntu sudah diupgrade
    # apt-get update
    # apt-get upgrade
  • Setelah itu, install paket yang dibutuhkan oleh zimbra
    # apt-get install sysstat libperl5.10
  • Pastikan bahwa isi dari /etc/hosts dan /etc/hostname sudah benar dan sinkron, yaitu sesuai dengan FQDN nya. Apabila ternyata menggunakan ip private (dibelakang nat) maka pake tips yang ada diakhir tutorial ini
    # pico /etc/hosts
    # pico /etc/hostname
  • Download file installasi zimbra dengan jenis debian 5 yang 64 bit
    # wget -c http://files2.zimbra.com/downloads/6.0.7_GA/zcs-6.0.7_GA_2473.DEBIAN5_64.20100616222328.tgz
    # tar -xzvf zcs*
    # cd zcs*
  • Jalankan file installasi zimbra dengan opsi platform override, lalu isi pilihan paketnya ketika installasi. Jangan lupa untuk memastikan bahwa domain sudah disetup MX nya untuk diarahkan ke ubuntu 10.04
    # ./install.sh –platform-override
  • Setelah itu akan muncul main menu pada saat installasi. Isi admin password agar dapat ke proses selanjutnya
Apabila terdapat pesan error seperti berikut :
Initializing ldap…
Running as zimbra user: /opt/zimbra/libexec/zmldapinit
IO::Socket::INET: connect: Connection refused at /opt/zimbra/libexec/zmldapinit line 136.
failed. (28416)
Maka pastikan bahwa MX sudah benar .. dan ip harus sesuai dengan hasil query MX. Kemungkinan besar kesalahan terjadi pada /etc/hosts yang tidak sesuai dengan ip ubuntu
Tipsnya yaitu dengan cara buat ip alias aja, jadi biar ip sesuai dengan hasil query MX. Tapi setelah proses installasi udah kelar, jangan lupa untuk hapus ip aliasnya atau direboot ubuntunya dan jangan lupa benerkan /etc/hostsnya. Sarankan banget pake ip public.
# ifconfig eth0:0 202.187.45.xx
DNS ERROR resolving MX for xxx.yourdomain.net
It is suggested that the domain name have an MX record configured in DNS
Change domain name? [Yes] yes
Create domain: [xxx.yourdomain.net] k4ng-el4ng.com
MX: mail.k4ng-el4ng.com (202.187.45.xx)
Interface: 192.168.20.20
Interface: 172.16.20.20
Interface: 127.0.0.1
done.
Checking for port conflicts
Selesai deh proses installasinya, selanjutnya adalah tinggal akses webmail nya pada http://mail.k4ng-e14ng.com atau untuk mengakses webadminnya bisa dilihat pada https://mail.k4ng-el4ngcom:7071