Thursday, April 29, 2010

Configurasi RB750 & RB450

#| ether1 is renamed ether1-gateway, rest of interfaces are switched
#| IP address 192.168.88.1/24 is on switch
#| DHCP client is on ether1-gateway
#| DHCP server is on switch, with address pool 192.168.88.10-192.168.88.254
#| masquerade on ether1-gateway
:global action

# these commands are executed after installation or configuration reset
:if ($action = "apply") do={
/interface set ether1 name=ether1-gateway
/interface set ether2 name=ether2-local-master
/interface set ether3 name=ether3-local-slave
/interface set ether4 name=ether4-local-slave
/interface set ether5 name=ether5-local-slave

/interface ethernet set ether3-local-slave master-port=ether2-local-master
/interface ethernet set ether4-local-slave master-port=ether2-local-master
/interface ethernet set ether5-local-slave master-port=ether2-local-master

/ip address add address=192.168.88.1/24 interface=ether2-local-master comment="default configuration"

:if ([:len [/system package find name="dhcp" !disabled]] != 0) do={
/ip dhcp-client add interface=ether1-gateway disabled=no comment="default configuration";
/ip pool add name=default-dhcp ranges=192.168.88.10-192.168.88.254;
/ip dhcp-server add name=default address-pool=default-dhcp interface=ether2-local-master disabled=no;
/ip dhcp-server network add address=192.168.88.0/24 gateway=192.168.88.1 dns-server=192.168.88.1 comment="default configuration";
}

/ip firewall {
filter add chain=input action=accept protocol=icmp comment="default configuration"
filter add chain=input action=accept connection-state=established in-interface=ether1-gateway comment="default configuration"
filter add chain=input action=accept connection-state=related in-interface=ether1-gateway comment="default configuration"
filter add chain=input action=drop in-interface=ether1-gateway comment="default configuration"
nat add chain=srcnat out-interface=ether1-gateway action=masquerade comment="default configuration"
}

/ip dns {
set allow-remote-requests=yes
static add name=router address=192.168.88.1
}

/tool mac-server remove [find]
/tool mac-server add interface=ether2-local-master disabled=no
/tool mac-server add interface=ether3-local-slave disabled=no
/tool mac-server add interface=ether4-local-slave disabled=no
/tool mac-server add interface=ether5-local-slave disabled=no

/tool mac-server mac-winbox disable [find]
/tool mac-server mac-winbox add interface=ether2-local-master disabled=no
/tool mac-server mac-winbox add interface=ether3-local-slave disabled=no
/tool mac-server mac-winbox add interface=ether4-local-slave disabled=no
/tool mac-server mac-winbox add interface=ether5-local-slave disabled=no

/ip neighbor discovery set [find name=ether1-gateway] discover=no
}

# these commands are executed if user requests to remove default configuration
:if ($action = "revert") do={
/ip firewall {
:local o [nat find comment="default configuration"]
:if ([:len $o] != 0) do={ nat remove $o }

:local o [filter find comment="default configuration"]
:if ([:len $o] != 0) do={ filter remove $o }
}

:if ([:len [/system package find name="dhcp" !disabled]] != 0) do={
:local o [/ip dhcp-server network find comment="default configuration"]
:if ([:len $o] != 0) do={ /ip dhcp-server network remove $o }

:local o [/ip dhcp-server find name="default" address-pool="default-dhcp" interface=ether2-local-master !disabled]
:if ([:len $o] != 0) do={ /ip dhcp-server remove $o }

/ip pool {
:local o [find name=default-dhcp ranges=192.168.88.10-192.168.88.254]
:if ([:len $o] != 0) do={ remove $o }
}

:local o [/ip dhcp-client find comment="default configuration"]
:if ([:len $o] != 0) do={ /ip dhcp-client remove $o }
}

/ip dns {
set allow-remote-requests=no
:local o [static find name=router address=192.168.88.1]
:if ([:len $o] != 0) do={ static remove $o }
}

/ip address {
:local o [find comment="default configuration"]
:if ([:len $o] != 0) do={ remove $o }
}

/tool mac-server remove [find]
/tool mac-server add interface=all disabled=no

/tool mac-server mac-winbox remove [find interface!=all]
/tool mac-server mac-winbox set [find] disabled=no

/ip neighbor discovery set [find name=ether1-gateway] discover=yes

/interface ethernet set ether3-local-slave master-port=none
/interface ethernet set ether4-local-slave master-port=none
/interface ethernet set ether5-local-slave master-port=none

/interface set ether1-gateway name=ether1
/interface set ether2-local-master name=ether2
/interface set ether3-local-slave name=ether3
/interface set ether4-local-slave name=ether4
/interface set ether5-local-slave name=ether5
}

Settingan Router Ntuk Admin Pemalas...

Setelah lama menggunakan mikrotik, baik itu ntuk bridging, ntuk AP, untuk Limitier. Baru skarang sadar, mikrotik itu membuat kita(para Admin/NOC Network) jdi malas. Karena menggunakan mikrotik sangatlah mudah. Apalagi sudah lama berkutat dengan network, tidak seperti dlu waktu masih menggunakan server dengan FreeBSD, atau open source yang lain. Yang terkadang harus install ulang karena kesalahan kernel waktu setting salah satu sourcenya.

Menggunakan mikrotik tinggal masuk terminal reset config dah setting default lgi....
Atau waktu kita gunain RB sebagar AP, klo lupa password tinggal turunin perangkat trus reset hardware, tidak seperti waktu menggunakan PC-Router yang mengunakan FreeBSD, harus di install ulang.

Apalagi Mikrotik ada sourcenya yang untuk settingnya dengan tampilan dah tindak pake base text lgi.

Langsung aza dech bisa ga terlalu panjang atau menggurui rekan-rekan.
Jadi rencananya seperti ini.

Kita mendapatkan IP network dari ISP 172.20.16.0/29

Set ether0
Ip address add address 172.20.16.2/29 interface=ether0
perintah di atas maksudnya : ether0 atau interface0 atau dalam bahasa gaulnya lan card yg terkoneksi ke gateway di set dengan ip 172.20.16.2 (ip tersebut masih satu range dengan ip gateway, jadi lihat ip gatewaynya)

Set gateway
Ip route add gateway set gateway=172.20.16.1
perintah di atas maksudnya : ip 172.20.16.1 di set menjadi gateway

Set dns
Ip dns set primary-dns=172.20.16.11
perintah di atas maksudnya : ip 172.20.16.11 di set primary dns

Jika seting di atas sudah selesai, seharusnya kini mikrotik telah terkoneksi ke internet. Untuk menge-cek apa sudah konek internet atau belum, coba ping ke yahoo atau google, dengan perintah
ping google.com atau ping yahoo.com
jika reply berarti sudah konek, jika belum mungkin ada yg salah, ulangi lagi langkah tadi dari awal.

Selanjutnya seting ether1 yg terkoneksi ke jaringan lokal atau client.

Set ether1
Ip address add address =192.168.10.1/27 interface=ether1
perintah di atas maksudnya : ether1 atau interface1 atau dalam bahasa gaulnya lan card yg terkoneksi ke jaringan lokal di set dengan ip 192.168.10.1 (ip tersebut yg nanti akan digunakan sebagai gateway client/lokal)

Terakhir yg ga boleh lupa Set masquerade
IP firewall nat add chain=srcnat action=masqurade out-interface=ether0

Jika langka di atas sudah selesai, sekarang tinggal konfigurasi ip address, gateway dan dns di client. Ip address gunakan yg masih dalam range ether1 di mikrotik seperti pada contoh di atas misal 192.168.10.2 - 192.168.10.30, gateway gunakan ip ether1 mikrotik yaitu 192.168.10.1, dns gunakan ip ether1 mikrotik 192.168.10.1, karena network dalam jaringan hanya bisa sampai 30 komputer client saja.

Selesai.
Selamat mencoba.

Wednesday, April 28, 2010

Switch biasanya hanya terdiri dari 1 network yang terhubung. Namun, dengan konsep VLAN, switch dapat terdiri dari beberapa network. Setiap network ini disebut dengan VLAN. Switch yang dibutuhkan adalah switch yang khusus yaitu switch manageable.
Karena berbeda network, tentu saja masih dibutuhkan router untuk menghubungkan antar network tersebut.

Keuntungan menggunakan VLAN adalah membagi broadcast domain pada sebuah switch (biasanya 1 switch memiliki 1 broadcast domain). Selain itu, dengan 1 switch kita dapat memiliki lebih dari 1 network.

PADA SWITCH :
Setting switch melalu CLI nya sebagai berikut:
Switch>en Switch#conf t
Switch(config)#vlan 2 (membuat VLAN dengan id 2)
Switch(config-vlan)#name VLAN2 (memberi nama vlan 2)
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 3 (membuat VLAN dengan id 3)
Switch(config-vlan)#name VLAN3 (memberi nama vlan 3)
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#interface fa0/1 (mendaftar int fa0/1 sbg vlan2)
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 2
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fa0/2 (mendaftar int fa0/2 sbg vlan3)
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 3
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fa0/3 (mendaftar int fa0/3 mode trunk)
Switch(config-if)#switchport mode trunk

PADA ROUTER :
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0.2 (pakai sub interface)
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2 (enkapsulasi vlan2)
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#interface fa0/0.3 (pakai sub interface)
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3 (enkapsulasi vlan3)
Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#exit

Di router kita membuat subinterface. Mengapa? Logikanya, router terhubung dengan 2 buah network. Sehingga dibutuhkan juga 2 interface yang akan diset sebagai default gateway. Kenyataannya, hanya 1 port yang dihubungkan dengan 2 buah network. Sehingga dari 1 port/interface tersebut kita pecah menjadi 2. Pecahan inilah yang kita sebut sebagai sub interface. Dari tiap sub-interface ini dise

Untuk perintah encapsultaion dot1Q , id_vlan ini harus sesuai dengan id vlan yang kita buat di switch.

Setelah konfigurasi selesai, cobalah ping antar host.
Dengan sebuah switch manageable, kita bisa memiliki lebih dari 1 network. Broadcast domain akan terbagi juga.

SELAMAT MENCOBA SEMOGA BERHASIL

Config Vlan di Catalyst

Met Sore


VLAN merupakan pendekatan switching yang sangat membantu kinerja dari jaringan karena bisa memperkecil broadcast domain. VLAN melakukan segmentasi pada layer 3, Pengalamatan IP dalam subnetting.

Berikut ini diberikan sedikit command untuk konfigurasi dasar VLAN pada Swicth Cisco Catalyst

Langkah 1:Membuat VLAN

(secara default, hanya ada satu VLAN, yaitu VLAN 1)

syntax

Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan NomorVLAN
Switch(config-vlan)#name NamaVLAN

contoh: untuk membuat VLAN dengan ID nomor 10 nama marketing.

Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name marketing
Switch(config-vlan)#end

Langkah 2: Verifikasi VLAN yang sudah dibuat:

Command: Switch#sh vlan brief

Langkah 3: Memasukkan Port menjadi anggota suatu VLAN

(secara default semua port dalam switch menjadi anggota VLAN 1)

Contoh: memasukkan Port Fa0/1 menjadi anggota VLAN 10:

Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#end

Jika Anda ingin memasukkan beberapa port bersama-sama menjadi anggota port 10, bisa juga menggunakan interface range. misal Anda ingin memasukkan port Fa0/1 sampai dengan Fa0/6, maka urutan perintahnya adalah:

Switch#configure terminal
Switch(config)#interface range fa0/1 - fa0/6
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10

Langkah 4: Verifikasi Pengaturan Port Menjadi anggota VLAN:

Switch#sh vlan brief

VLAN Name Status Ports
—- ——————————– ——— ——————————-
1 default active Fa0/7, Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10
Fa0/11, Fa0/12, Fa0/13, Fa0/14
Fa0/15, Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18
Fa0/19, Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22
Fa0/23, Fa0/24, Gig1/1, Gig1/2
10 marketing active Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4
Fa0/5, Fa0/6
1002 fddi-default active
1003 token-ring-default active
1004 fddinet-default active
1005 trnet-default active

Menghapus VLAN: Bila Anda Menghapus sebuah VLAN, Anda dapat menggunakan perintah “no vlan NomorVlan.

contoh: perintah untuk menghapus VLAN 10:

Switch#configure terminal
Switch(config)#no vlan 10

Sekian dulu tulisan singkat mengenai konfigurasi VLAN. Semoga bisa membantu Anda.

Yang biasa mainan Vlan untuk dijaringannya...
Selamat mencoba....

Tuesday, April 27, 2010

Configurasi Mikrotik Sebagai Router Gateway

IP ADDRESS
ip address add interface=internet address="IP yg kasih dr ISP"
ip address add interface=intranet address="IP LAN(gateway local)"

route
ip route add gateway="gateway to ISP"

dns
dns set primary-dns="DNS dari ISP"
secondary-dns="DNS dari ISP"

nat & filter firewall
ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat
ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop
ip firewall filter add chain=input protocol=udp action=accept
ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=accept
ip firewall filter add chain=input in-interface=intranet action=accept
ip firewall filter add chain=input in-interface=internet action=accept

PCQ
/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.169.0/28 action=mark-connection new-connection-mark=client1-cm
/ip firewall mangle add connection-mark=client1-cm action=mark-packet new-packet-mark=client1-pm chain=forward
/queue type add name=downsteam-pcq kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=upstream-pcq kind=pcq pcq-classifier=src-address
/queue tree add parent=intranet queue=downsteam-pcq packet-mark=client1-pm
/queue tree add parent=internet queue=upstream-pcq packet-mark=client1-pm

simpel queue
queue simple add name=INTL target-addresses="IP LAN/xx"
queue simple add name=IIX target-addresses="IP LAN/xx"

BLOX SPAM
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=135-139 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=135-139 protocol=udp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=445 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=445 protocol=udp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=593 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=4444 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=5554 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=9996 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=995-999 protocol=udp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=53 protocol=tcp action=drop
/ip firewall filter add chain=forward dst-port=55 protocol=tcp action=drop

Sunday, April 25, 2010

To All the Girls I Loved before

To All Women in the World
Khususnya My Mom and My Wife
(ini bukan puisi lho...)

Kekuatan seorang Wanita adalah….
(Ini penilaian dari diri saya sendiri lho)

Bukan terletak pada Kariernya,
Jabatannya, Profesinya
Bukan pada kekuasaannya,
Pendidikannya, Gelar2nya
Bukan pula terletak ketika dia menjadi
Polisi, Tentara, Atlet, dll

Akan tetapi, Kekuatan Seorang wanita,
adalah ketika ia menjadi Seorang istri…
Dan menjadi seorang Ibu…

Ketika dia Menjadi Seorang Istri
Ketika dia “melepaskan” Keluarga yang
sudah membesarkannya
Ketika dia “melepaskan” teman-temannya,
sahabat-sahabatnya
Ketika dia “melepaskan” para mantan
kekasihnya
Ketika dia “melepaskan” kariernya,
posisinya, Jabatannya
Ketika dia “melepaskan” Hal-hal yang
dulu disukainya
Malah memilih untuk melakukan
pekerjaan rumah tangga
Mencuci baju dan menyeterika
Mengelap dan membersihkan perabotan
Menyapu dan mengepel lantai
Mengosek WC, dan lain-lain
Membuat tangannya yang halus lentik
menjadi agak kasar dan berkuku pendek
Belajar memasak, yang kadang baru
dilakukan seumur hidupnya
Ketika dengan sabar, “Makan hati”
melihat kemalasan suaminya
Ketika dengan sabar, berusaha memahami
mertua, walaupun benci setengah mati
Hanya untuk bersama suaminya
Membangun Keluarga Baru yang Mandiri

Ketika dia menjadi Seorang Ibu
Ketika bersusah payah untuk hamil
Ketika berbahagia mengetahui dirinya
hamil
Ketika mulai mengalami mual dan “morning
sickness”
Ketika memaksakan minum susu, walaupun
tidak suka
Menjaga pikiran dan perkataanya, biar
tidak “kualat”
Ketika kakinya mulai bengkak, bahkan
Varises
Ketika Wajahnya mulai berjerawat dan
hidungnya membesar
Ketika tubuhnya mulai membengkak dan
susah bergerak
Ketika bersusah-payah mengandung
bayinya selama 9 bulan lebih
Akan tetapi dia tetap berusaha melakukan
pekerjaan rumah tangga
Bahkan tetap “melayani” suaminya yang
tak tahu diri...
Ketika mempersiapkan segala sesuatunya
untuk kelahiran sang bayi
Baju, botol susu, ranjang, bedongan,
peralatan mandi, kamarnya, dll

Ketika Ketakutan waktu mau melahirkan
karena mau dioperasi Cesar
Ketika kedinginan sampai giginya
gemeletuk karena ketakutan mau dioperasi
Ketika berusaha bangun secepatnya,
sambil menahan sakit karena luka bekas operasi
Ketika berusaha memerah susu dan
menyusui sampai sakit, karena keluar susunya sedikit
Bahkan sampai puting susunya lecet
dan berdarah
Ketika kurang tidur, karena selalu
bangun tengah malam untuk menyusui
Maupun untuk membersihkan tahi dan
kencing waktu mengganti popok
Ketika tetap menggendong bayi sampai
tidur walaupun dirinya sendiri lelah karena kurang tidur
Ketika bersusah payah memberikan
makanan yang bergizi dan susu yang mahal
Ketika menghemat uang belanja pribadi,
untuk kebutuhan keluarga
Ketika dengan sabar, mengajarkan anak
berjalan, mengajak main, menggendong anak kemana-mana
Mengantarkan anak sekolah
Mencarikan dan membelikan mainan untuk
anak
Semua dilakukan untuk keluarga
Bahkan sampai melupakan diri sendiri

Dan ketika anak-anaknya sudah besar
Dia harus melepaskan mereka
Agar mereka bisa berkembang dan
berkeluarga sendiri
Dan diapun kembali kepada suaminya
Yang sudah mulai tua, buncit dan
membotak
Hanya untuk setia sampai mati
Dalam susah maupun senang, kaya maupun
miskin
Sehat maupun sakit, waras maupun gila
Sampai Maut memisahkan mereka

Boys will always be boys, karena
mereka tidak pernah mengandung dan menjadi Ibu
But a Girl wil become a Wife, and a
Mother...!
That’s why my friends, Hormati dan Hargailah
para Wanita
Karena tanpa mereka, tidak ada satupun
Manusia yang dilahirkan!

Bagi Ibuku dan Istriku
I Love You Full…!!!